logo

Organda NTB Dorong Penertiban Taksi Online

MATARAM-Organisasi angkutan darat (Organda) NTB sepakat taksi-taksi ilegal ditertibkan. ”Kami sudah berkomunikasi dengan pihak terkait agar menyetop taksi ilegal,” tegas Ketua DPD Organda NTB Antonius Zaremba, Selasa (7/1).

Dia sepakat dengan aspirasi pengusaha taksi saat hearing ke DPRD NTB. Namun dia menegaskan, aksi itu tidak ada kaitan dengan pengurus DPD Organda NTB. ”Betul ada pengurus Organda tetapi Junaedy Kasum itu bukan wakil ketua,” katanya.

Junaedy Kasum merupakan Ketua Biro Organisasi, Keanggotaan dan Pembinaan Daerah DPD Organda NTB. ”Bila digerakkan Organda NTB tentu saya selaku ketua hadir,” tambahnya.

Bila ada permasalahan, Organda NTB akan menyerap aspirasi dari masing-masing DPC di seluruh daerah. Baru kemudian disampaikan ke pihak terkait untuk ditinjaklanjuti.

Dalam pertemuan di Komisi IV DPRD NTB, pengusaha taksi protes. Mereka merasa persaingan usaha di NTB tidak sehat. ”Banyak taksi ilegal dibiarkan, kami ingin ini ditertibkan,” tegas Pengusaha Rangga Junaedy Kasum, dalam pertemuan.

Mereka meminta taksi ilegal tidak dibiarkan berkeliaran. ”Jika tidak ditertibkan dalam 24 jam kami akan menggugat dinas perhubungan karena kami dirugikan,” tegasnya.

Antonius mengaku tidak ada persoalan dengan isu tersebut. Tapi dia tidak setuju bila nama Organda NTB dibawa-bawa dalam hearing itu. ”Saya bicara dari sisi organisasi meluruskan yang keluar di koran,” tandasnya.

Dalam pertemuan sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan NTB H Lalu Bayu Windia mengaku senang bisa bertemu pengusaha. Mereka semua adalah mitra pemeritah. ”Kami akan menyelesaikan semua permasalahan yang dikeluhkan pengusaha,” katanya.

Pemerintah akan menertibkan taksi-taksi ilegal yang beroperasi. Tapi bagi taksi online sudah diatur, pengurusan izinnya memang lebih mudah. ”Setiap orang bisa menjadi taksi online,” katanya.

Meski demikian, mereka meminta taksi online mendaftarkan diri dan membentuk koperasi. Lima perusahaan taksi online yang terdata adalah KJTUB, Adi Utama, Killa Senggigi, Kopter dan Koperasi Mitra Usaha. ”Jumlah kendaraanya 123 unit,” katanya